KAIDAH PANTUN

 


PERTEMUAN KE-20 KBMN GELOMBANG 34
JUMAT, 5 JUNI 2026
NARASUMBER: MIFTAHUL HADI, S. Pd.
MODERATOR: LELY SURYANI, S. Pd., SD.

Jalan melompat sambil dituntun
Lari massal tangan merentang
Mari merapat tuk belajar pantun
Akan menyesal jika tak datang

Sebuah pantun yang sangat cantik dari moderator yang disampaikan di flayer peertemuan ke 20. Moderator juga menyampaikan  bahwa pantun bukan sekedar susunan kata berirama, melainkan warisan budaya bangsa yang sarat akan makna dan estetika.

Tepian kolam pakai batu bata
Air dipompa tidaklah dalam 
Selamat mallam perangkai kata
Selamat berjumpa kuuucap salam

Assalamualaikum Wr, Wb. 
Demikian salam perjumpaan dari narasumber hebat malam hari ini, yaitu Bapak Miftahul Huda, S. Pd.

Di awal pertemuan para peserta dipersilahkan untuk membuat satu bait pantun bebas:

Bu Annisa: 
Pak Hadi si raja pantun
Bu Lely jadi pemandu
Saya sangat suka berpantun
Malam ini pasti hadir di kelas pantun

Bu Hayatunnufus:
Bunga mawar bunga melati
Tumbuh indah ditepi kali
Kami gembira dan senang hati
Menyambut hadirnya Bapak Miftahul Hadi

Bu Helwiyah:
Bunga seruntun di kala mekar
Harum aroma hingga ke hati
Dari pantun kita belajar
Cinta bangsa cinta negeri

Materi Inti

Indonesia memiliki kekayaan seni verbal yang sangat beraneka ragam, salah satunya adalah pantun
Ada beberapa pertunjukan pantun yang bersifat narasi, seperti Kentrung di Jawa tengah dan Jawa Timur menggunakan struktur pantun untuk menceritakan kisah-kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang. 

Kita patut berbangga karena pada tahun 2014 Pantun ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional. Lebih hebatnya lagi pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda pada sesi ke-15 Intergovernmental Comittee for the Saveguarding of the Intangible Cultural Heritage di kantor UNESCO di Paris Prancis (17/12/2020)

Definisi Pantun

Menurut Renward Branstetter (Suseno, 2026; Setyadiharja, 2020) Pantun berasal dari kata "Pan" yang merujuk pada sifat sopan dan kata "Tun" yang merujuk pada sifat santun. Kata "Tun " dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019).

Tuntun (Pampanga): teratur
Tonton (Tagalog): Mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur
Tuntun (Jawa kuno): benang Atuntun: teratur Matuntun: pemimpin
Panton (Bisaya): mendidik
Pantun (Toba): kesopanan atau kehormatan (Hussain. 2019)

Pantun berasal dari akar kata "TUN" yang bermakna baris atau deret. 
asal kata pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai "Panutun", oleh masyarakat Riau disebut dengan "Tunjuk Ajar"  yang berkaitan dengan etika (Mu'jizah, 2019).

Pantun termasuk dalam puisi lama yang terdiri dari 4 baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi. (Yunos;1966; Bakar; 2020).

Pantun dengan akar kata "TUN" adalah sebagai kiasan atau perumpamaan dengan maksud mengandungi unsur-unsur pepatah dan peribahas (Hussain 2019). 

Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2003) menjelaskan bahwa pantun adalah sejenis peribahasa yang digunakan sebagai sindiran. 

Di Indonesia tiap daerah mempunyai pantun dengan sebuatan yang berbeda-beda (Suseno; 2006)
  •  di Tapanuli Pantun dikenal dengan nama Ende-ende. Contoh:
  • Di Sunda pantun dikenal dengan Paparikan. Contoh:






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUBLIKASI DAN LEGALITAS KARYA TULIS

GURU TANGGUH, Jejak Guru Madrasah Inspiratif

MENGAJAR ITU MENYENANGKAN