KUPAS TUNTAS TERBITKAN BUKU BERSAMA PENERBIT INDIE
PERTEMUAN KE-17 KBMN PGRI GELOMBANG 34
PEMBUKAAN
Pertemuan ke -17 mlam hari ini sangat menarik, karena akan mengupas tuntas tentang penerbitan buku bersama Penerbit Indie, yang akan membawa tulisan bermuara pada terbitnya buku solo maupun antalogi. Bapak Mukminin, M. Pd. adalah alumni Kelas Belajar menulis PGRI Gelombang 8 yang lulus dengan buku solonya yang berjudul: Strategi Jitu Mudah Menulis bersama Pakar. Beliau lebih akrab disapa "Cak Inin". Prestasi yang telah diraihnya tidak main-main, telah menerbitkan 11 buku solo dan 61 buku antologi. Beliau juga merupakan owner dari penerbit KAMILA PRESS yang sudah banyak sekali menerbitkan buku. Lebih dari 100 judul buku yang telah diterbitkan Kamila Press juga merupakan anggota IKAPI. Cak Inin berprestasi di usia yang tidak lagi muda, namun semangat literasinya begitu kuat sehingga menghantarkan beliau mendapat beberapa penghargaan atas hasil karyanya.
MATERI
Mengenal penebit buku
Penebit buku ada 2 macam, yaitu Penerbit Mayor dan penerbit Indie.
Lalu apa perbedaan keduanya?
- Jumlah cetakan di penerbit mayor, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku. Sedangkan penerbit Indie hanya mencetak buku sesuai dengan jumlah pesanan dar penulis atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print On Demand). Buku yang akan dicetak bisa dipromokan (PO) melalui media online seperti facebook, twitter, instagram, youtube, WA grup dan lain-lain.
- Pemilihan naskah yang diterbitkan, naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Hal yang sangat bisa difahami dan dimaklumi mengapa penerbit mayor sangat berhati-hati dalam memilih naskah yang akan diterbitkan karena mereka akan mencetak dalam jumlah besar atau masal, yang berkisar antara 1000-3000 eksemplar. Penerbit mayor juga memberikan syarat yang ketat, yauti harus mengikuti selera pasar dan tingginya tingkat penolakan. Sedangkan penerbit Indie, tidak menolak naskah, selama naskah tersebut layak diterbitkan, tidak melanggar undang-undang hak cipta, karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi. Penerbit Indie merupakan alternatif baru bagi para penulis untuk menerbitkan bukunya.
- Profesionalitas, penerbit mayor tentu saja profesional karena didukung oleh SDM yang memadai di perusahaan besar mereka. Penerbit Indie pun profesional, namun sering disalah artikan. Banyak orang yang beranggapan miring terhadap penerbit Indie, yang dianggap sebagai penerbit asal-asalan, cetak-jadi-jual. Maka penulis harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit. jangan tergoda dengan paket penerbitan murah,tapi kualitas belum jelas. Biasanya yang menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan adalah mutu dan manajemen pemasarannya.
- Waktu penerbitan, Penerbit mayor sebagai sebuah penebit besar, memiliki banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfoirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika diterima masih harus menunggu waktu terbit, bisa cepat ada juga yang lambat, perlu waktu bertahun-tahun. Selanjutnya buku akan didistribusikan ke toko-toko buku. bersyukur bila buku laku terjual sesuai target, jika tidak sesuai target maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
- Royalti, Penerbit mayor pada umumnya mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim ke penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku. Sedangkan penerbit Indie umumnya memberikan royalti 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat FB, instagram, WA grup, twitter, status dll.
- Biaya penerbitan, Pada Penerbit mayor penulisan gratis. Penerbit mayor mempunyai pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku, karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada pada pihak penerbit. Sedangkan penerbitan buku pada penerbit Indie berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Sedangkan penerbit Indie akan segera memproses naskah yang diterima dengan cepat. Penerbit Indie tidak fokus kepada selera pasar.
Kiat Mudah menerbitkan buku
sebelum mnerbitkan buku ada 5 tahapan yang harus dilalui:
- Prewriting
- Dafting
- Revisi
- Editing/swasunting
- Publikasi
TANYA JAWAB
- Tiga Serangkai merupakan penerbit mayor.
- Penerbit Indie tidak bertanggung jawab kepada pemasaran atau promosi buku.
- Hambatan dalam menyelesaikan buku: Kurang kuat niat, maka kuatkan niat. Malas membaca, maka harus rajin membaca tulisan orang lain agar memberi semangat dan inspirasi dalam menulis.
- Penerbit Indie tidak menolak naskah yang masuk, asalkan buku tersebut memang layak diterbitkan. Penerbit Indie hanya memberikan saran terkait kekurangan yang perlu diperbaiki.
PENUTUP
Impian dari setiap penulis adalah bisa menerbitkan karya mereka menjadi sebuah buku yang banyak dibaca dan bisa menginspirasi banyak orang, baik buku solo maupun antologi. Penerbit Indie merupakan alternatif bagi penulis pemula untuk dapat menerbitkan karyanya dengan lebih mudah, karena tidak memiliki persyaratan yang ketat seperti halnya penerbit mayor. Pemilihan naskah pun tidak berfokus pada selera pasar, naskah yang masuk bisa segera diproses untuk dicetak tanpa menungu lama. Semoga dengan mengikuti kelas pada pertemuan ke-17 ini, menjadi pembuka jalan bagi saya untuk bisa mewujudkan mimpi "menerbitkan buku".
Makasih resumenya
BalasHapus