REFLEKSI MAULID NABI: BUKTI CINTA KEPADA RASUL

 


LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81 2026

H-9

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Ketika memasuki bulan Rabiul Awal umat Islam di berbagai daerah mulai menghidupkan kembali berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan maulid Nabi Muhammad SAW. Di masjid-masjid, majlis-majlis ta'lim, pengajian-pengajian dilakukan pembacaan shalawat, sirah nabi, hingga kegiatan sosial yang diselenggarakan bersama mayarakat. Di Indonesia bulan Rabiul Awal lebih dikenal dengan sebutan bulan Maulid atau bulan Mulud.

Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Setiap daerah mempunyai cara tersendiri dan keunikan tersendiri dalam memperingatinya. Akan tetapi terdapat satu benang merah yang sama bahwa peringatan maulid merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan dalam rangka mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam. 

Salah seorang ulama yang memberikan penjelasan cukup luas tentang Maulid adalah Sayyid Muhammad bin Alawi al Malaki al Hasani dalam kitab Haul al-Ihtifal bi Dzikri al-Maulid an Nabawi asy-syarif. Beliau menjelaskan bahwa peringatan maulid dapat dilihat dari beberapa sisi, terutama berkaitan dengan rasa bahagia atas kelahiran rasulullah SAW., ungkapan syukur, pengenalan terhadap kehidupan Nabi, amal kebajikan serta upaya menjaga ingatan umat Islam terhadap Rasulullah SAW. 

Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan anugerah dan nikmat besar bagi umat manusia, karena kelahirannya membawa cahaya yang menerangi kehidupan manusia dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang penuh cahaya Ilahi. Peringatan maulid merupakan bentuk rasa gembira dan ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks ini Sayyid Malik merujuk kepada sikap Rasulullah sendiri terhadap hari kelahirannya. Hadits dari Abu Qatadah yang diriwayatkan Imam Muslim menjelaskan ketika Rasulullah SAW ditanya tentang puasa sunnah hari senin, Rasulullah SAW menjawab: "Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku". 

Peringatan Maulid akan lebih bermakna ketika disertai usaha mengenal kehidupan beliau melalui pembacaan kitab maulid dan sirah Nabi atau juga melalui tausiyah yang disampaikan pada saat peringatan maulid. Selanjutnya Sayyid Muhammad bin Alawi al Malaki al Hasani mengatakan: "Sesungguhnya peringatan maulid memuat kisah kelahiran Nabi, mukjizat-mukjizatnya, perjalanan hidupnya, serta pengenalan terhadap figur beliau".

Pengenalan terhadap figur Rasulullah SAW memiliki hubungan yang erat dengan keteladanan. 

Peringatan maulid menjadi momen bagi umat islam untuk menjadikan rasulullah SAW sebagai teladan terbaik dalam kehidupan.  Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Ahzab/33: 21 yang berbunyi: "Sesungguhnya terdapat pada diri Rasul teladan yang baik bagimu, bagi yang mengharapkan (ridha) Allah dan ganjaran di hari kemudian dan dia banyak menyebut Allah".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komitmen Menulis Di Blog

MENYAMBUT PAGI DENGAN 5S (Senyum, salam, sapa, sopan, santun)

PUBLIKASI DAN LEGALITAS KARYA TULIS