PEMBIASAAN LITERASI DI SMPN 1 CISEENG MELALUI READATHON
LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81 2026
H-9
"Readathon adalah kegiatan membaca buku bersama-sama dalam jangka waktu atau durasi tertentu secara rutin dan tanpa henti". Kata Readathon berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Inggris yaitu" read" (membaca) dan" marathon" (lari jarak jauh tanpa henti). Readathon merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan pada kegiatan literasi di sekolah. Kegiatan Readathon merupakan literasi awal atau dasar sebagai bagian dari sosialisasi. Kegiatan ini dapat merangsang minat dan motivasi siswa untuk membaca. Ketika sudah menjadi kebiasaan akan tumbuh kebutuhan dan pada akhirnya menjadi budaya.
SMP Negeri 1 Ciseeng Kabupaten Bogor menerapkan metode Readathon ini setiap hari kamis pagi, mulai pukul 7.00 - 7.30 WIB. Semua siswa mulai dari kelas VII sampai kelas IX berkumpul di lapangan dalam posisi duduk sesuai dengan kelas masing-masing. Sehari sebelumnya diumumkan bahwa esok hari adalah kegiatan literasi dan setiap siswa harus menyiapkan buku bacaannya masing-masing.
Kegiatan diawali dengan tepuk literasi bersama-sama. Siswa diberi waktu selama 15 menit untuk membaca, selanjutnya tiga orang perwakilan dari kelas VII, VIII, dan IX maju ke depan untuk menyampaikan kesimpulan ataupun resume dari hasil bacaannya. Sebelum menyampaikan kesimpulan atau resumenya siswa terlebih dahulu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama dan kelas, lalu membacakan judul buku dan pengarangnya. Siswa yang tampil ke depan menyampaikan hasil resume bacaannya mendapatkan reward (hadiah) berupa makanan ringan atau alat tulis (buku tulis atau pulpen). Pemberian hadiah dilakukan agar siswa termotivasi dan lebih semangat untuk mengikuti kegiatan serta memberanikan diri maju ke depan.
Kegiatan Readathon dipimpin oleh beberapa orang guru yang ditugaskan secara bergantian. Untuk memudahkan dalam penugasannya kelompok guru mata pelajaran secara bergantian memimpin kegiatan Readathon tersebut. Kegiatan ini dibuat semenarik mungkin agar siswa bersemangat mengikutinya. Terkadang diselingi dengan kuis atau yel-yel dari tiap jenjang.
Adapun tujuan Readathon di SMP Negeri 1 Ciseeng adalah:
- Membangun budaya literasi
- Meningkatkan minat baca siswa, dengan kegiatan ini diharapkan siswa lebih suka membaca dan mencintai buku
- Meningkatkan daya tahan membaca
- Melatih kemampuan "public speaking" dengan cara berbagi cerita, setelah selesai membaca perwakilan siswa dari setiap jenjang menceritakan kembali hasil bacaan yang sudah difahaminya kepada orang lain
- Memperluas wawasan dan kosa kata
Dalam mengembangkan budaya literasi, SMP Negeri 1 Ciseeng juga mewajibkan setiap kelas memiliki pojok baca, meningkatkan fasilitas perpustakaan dan terus mengupayakan peningkatan kemampuan guru dalam literasi agar menjadi guru yang literat. Guru yang literat adalah guru yang memiliki budaya membaca dan belajar yang tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi diri, menjadi teladan (memberikan contoh nyata) dalam memanfaatkan sumber pengetahuan baik dari buku maupun media digital kepada para siswa, mampu meyaring informasi, membedakan fakta dan opini serta menghindari penyebaran berita palsu. Guru yang literat juga mampu membimbing siswa dalam mengakses, menafsirkan dan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata serta adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Salam literasi !
Komentar
Posting Komentar