BELAJAR MENERIMA TAKDIR

 


LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81 2026
H-6

Terinspirasi dari tulisan Om jay yang berjudul: "Mari Belajar Menjalani Takdir" diposting pada Sabtu, 22 Agustus 2026. "Bahwa hidup bukan sekedar tentang bagaimana mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi juga bagaimana kita menyikapi apa yang belum menjadi milik kita". Betul sekali apa yang Om Jay katakan bahwa ada kalanya kita sudah berusaha sekuat tenaga, berdoa siang dan malam, tetapi hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Sebaliknya terkadang sesuatu yang tidak kita kejar bahkan kita abaikan, datang mehampiri dan menjadi milik kita. Pada saat itulah hati kita diuji. Apakah tetap bersyukur atau sibuk menyalahkan keadaan?

Setelah membaca tulisan Om jay tersebut saya teringat dengan pengalaman hidup yang pernah saya alami dan rasakan. Ada hal yang saya pikir dan saya yakini akan saya dapatkan ternyata tidak terjadi. Sebaliknya hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya justru datang secara tak terduga. Dari kejadian ini saya semakin yakin bahwa apa yang menjadi rizki kita pasti akan menemukan jalannya dan apa yang tidak kita dapatkan berarti itulah takdir yang harus kita terima. Benarlah apa yang sering dikatakan orang bahwa rizki tidak akan tertukar.

Peristiwa ini saya alami pada tahun 2022 ketika saya sebagai guru PAI Dinas Pendidikan (Diangkat oleh Kemendikbud) mengikuti seleksi Cawas PAI yang diadakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.  Semua tahapan seleksi telah saya ikuti dan berhasil lulus dibuktikan dengan Sertifikat lulus uji kompetensi Cawas PAI yang dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat tertanggal 27 Juni 2022. Selanjutnya mengikuti Diklat sebagai Cawas PAI secara daring yang dilaksanakan mulai tanggal 13 September sampai 18 oktober 2022 dan mendapatkan STTPL tertanggal 18 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementrian Agama. Bahkan diperkuat lagi dengan Sertifikat lulus uji kompetensi dari Kementrian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi tertanggal 24 Maret 2024. Namun semua proses yang telah dilalui tidak dapat dilanjutkan karena berbeda rumah dan berbeda mekanisme  perekrutan Cawas di Dinas Pendidikan. 

Kejadian ini menjadi ujian kesabaran sekaligus pembelajaran bagi saya. Memang tidak mudah untuk menerima dengan hati yang lapang dan ikhlas peristiwa yang menyedihkan atau mengecewakan. Perlu waktu untuk hati ini bisa berdamai dengan kesedihan dan kekecewaan yang terjadi. Perlu waktu untuk menata hati agar ikhlas menerima takdir yang sudah Allah SWT tetapkan untuk kita. Dalam keadaan bersedih dan kecewa, saya berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak menyalahkan keadaan dan menerima dengan ikhlas apa yang sudah Allah tentukan. 

Secara tak terduga pada bulan November 2024 saya bisa melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci secara gratis. Saya mendapatkan kabar ini tepat 1 bulan sebelum keberangkatan. Tepatnya pada Jumat malam tanggal 22 september 2024 saya diberitahukan bahwa saya bisa berangkat umroh secara gratis untuk keberangkatan tanggal 24 November - 3 desember 2024. Saya diberangkan oleh Travel Tannur Muthmainah Jakarta dari agen travel teh Rina Inong. Hal yang sebelumnya tidak  terpikir dan terbayang. 

Kejadian yang saya alami tersebut membuat saya semakin memahami dan meyakini bahwa apa yang kita telah upayakan belum tentu menjadi milik kita dan tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Sementara di sisi lain apa yang tidak kita sangka tiba-tiba bisa kita dapatkan. Hal ini juga mengajarkan saya untuk bisa menerima segala ketentuan yang Allah tetapkan untuk kita. Allah SWT lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, dan pasti ada hikmah dibalik semua kejadian yang kita alami. Ternyata benar, salah satu nikmat terbesar dalam hidup adalah hati yang tenang, yang selalu bersyukur apapun keadaannya. Tidak mengejar apa yang bukan milik kita dan tidak memaksa apa yang belum tiba untuk menjadi milik kita.

"Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wani'mannashiir"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komitmen Menulis Di Blog

MENYAMBUT PAGI DENGAN 5S (Senyum, salam, sapa, sopan, santun)

PUBLIKASI DAN LEGALITAS KARYA TULIS